This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label pengetahuan islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

| kasih ibu |

1. saat kau kecil kau bertanya kepadaku | "bunda, mengapa semua orang bebas bermain berkejar-kejar, sementara aku harus belajar?"
2. seringkali engkau menangis mengadu | "bunda, mengapa saat temanku dikelilingi mainan, sementara aku harus menghafalkan ayat Al-Qur'an?"
3. engkau juga selalu mengeluh | "bunda, mengapa anak yang lain boleh membaca manga, sementara aku harus mengerti banyak bahasa?"
4. mungkin engkau juga berpikir | "bunda, mengapa tak semua permintaanku dikabulkan, seringkali aku meminta namun tak diberikan?"
5. anakku, dengarkanlah bunda untuk saat ini | dengarkan saja bunda, suatu saat nanti bila telah sampai waktumu, kau akan tahu
6. anakku, mungkin bunda tak dapat mengungkapkan semua dengan kata | namun bunda menyimpan rencana terbaik bagimu dalam dada
7. saat kau beranjak dewasa | kau akan terbang lebih tinggi dari yang lainnya, berlari lebih cepat daripada yang lainnya
8. orang-oranglah yang akan membaca tentang ceritamu, dan engkau akan dikejar karena ilmumu, dan semua pintamu akan dikabulkan bagimu
9. saat telah mulai baligh engkau berucap | "aku sudah besar, bunda boleh berhenti bersikap terlalu khawatir, aku sudah pintar"
10. saat beranjak dewasa engkau berteriak kepadaku | "mengapa tak boleh aku bercinta, kau tahu aku sekarang sudah dewasa"
11. ketika telah bekerja kau katakan | "aku memiliki hidupku sendiri, aku berhak menentukan jalanku sendiri"
12. dan bila engkau memiliki hidupmu sendiri | "aku tak miliki banyak waktu, bila sempat aku akan menjengukmu"
13. anakku, perhatikan bunda | seorang anak mungkin berubah dewasa, namun menjadi bunda berarti untuk selamanya
14. anakku, dengarkan bunda kali ini | jangan tergesa-gesa bercinta memadu nikmat, bila engkau belum siap, itu alamat maksiat
15. engkau mungkin bisa melihat masa depanmu dengan jelas | namun mataku yang mulai rabun melihatnya dengan lebih jelas
16. bunda tersenyum mendengar alasanmu, anakku datanglah semasa engkau sempat | lagipula seluruh waktuku sedari dulu telah kugadai untukmu
17. bila masa tuaku tiba di sebuah waktu | aku benci merepotkan engkau, aku memahami sekarang ada anak istri yang harus engkau beri waktu
18. mungkin bunda sudah pikun untuk sekedar memanggil namamu | namun bunda akan selalu mengingatmu dalam shalat dan doaku, annakku
19. saat bunda pergi suatu saat nanti, tak perlu jatuh tangismu menderai| bahagaia bunda bila engkau menyembah Ilahi Rabbii
20. sesal bunda hanya satu, kenapa bunda tak bisa lebih lama bersamamu | menjagamu dari maksiat dan membimbingmu selalu dalam taat

kasih IBU

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya, "itu burung apa yg berdiri disana ??"
"Bangau mama", anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
"Itu yang warna putih burung apa?"
Sedikit kesal anaknya menjawab " ya bangau mama?..."

Kemudian ibunya kembali bertanya,
"Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...

Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..emangnya mama gak liat dia terbang!"

Air menetes dari sudut mata si ibu sambil berkata pelan.."Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali.."

Si anak terdiam...dan memeluk ibunya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Ibumu.

*Pernah kita ngomelin ibu ?'Pernah!'

*Pernah kita cuekin ibu ? 'Pernah!'

*Pernah kita mikir apa yg ibu pikirkan? 'nggak!'

* Sebenernya apa yg ibu fikirkan ? 'Takut' :(

-Takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lg.

- Takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu ibu singkat..

Saat orangtua menutup mata , Ga akan lg ada yg cerewet. :(

Saat kita nangis manggil2 ibu , apa yg ibu balas ?

'Dia cuma diam' :(

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : "Anakku jgn nangis, mama/papa msh di sini. Mama/papa msh syg kamu." :(

Rabu, 07 Maret 2012

Menjilati sisa makanan pada jari tangan setelah makan.


Menjilati sisa makanan pada jari tangan setelah makan termasuk sunnah. Imam al-Ghazali menagatakan :
“Hal-hal yang disunnatkan sesudah makan adalah berhenti sebelum kenyang dan menjilati jari tangannya”.1

Kesimpulan ini berdasarkan dalil-dalil berikut :
1.Hadits riwayat Ibnu Abbas, beliau berkata : Bahwa Rasulullah SAW bersabda :
إذا أكل أحدكم طعاما فلا يمسح يده حتى يلعقها أو يلعقها
Artinya : Apabila salah seorang diantara kalian makan, maka janganlah dia mengelap tangannya hingga dia menjilatnya atau dijilatkan kepada orang lain (H.R. Muslim)2

2.Hadits dari Ibnu Ka’ab bin Malik dari bapaknya, beliau berkata :
رأيت النبي صلى الله عليه و سلم يلعق أصابعه الثلاث من الطعام
Artinya : Aku pernah melihat Nabi SAW menjilat jari-jarinya yang tiga dari makanan (H.R. Muslim) 3

Abu Daud juga ada meriwayat hadits ini dari Ibnu Ka’ab bin Malik dari bapaknya, dengan lafazh :
أن النبي صلى الله عليه و سلم كان يأكل بثلاث أصابع ولا يمسح يده حتى يلعقها . صحيح
Artinya : Sesungguhnya Nabi SAW ketika makan, beliau mempergunakan tiga jari dan tidak mengelap tangannya sehingga menjilatinya dulu (H.R. Abu Daud, beliau berkata : “Hadits ini sahih”).4

DAFTAR PUSTAKA
1.Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Thaha Putra, Semarang, Juz. II, Hal. 6
2.Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, Juz. III, Hal. 1605, No. Hadits : 2031
3.Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, Juz. III, Hal. 1605, No. Hadits : 2032
4.Abu Daud, Sunan Abu Daud, Darul Fikri, Beirut, Juz. II, Juz. 393, No. Hadits : 3848